M3L "Mengeluh Mengungkit Masa Lalu"



Bagi pria, persoalan yang telah mencapai kata putus, pantang dibahas lagi. “Buat apa? Buang-buang waktu. Kayak enggak ada persoalan lain saja,” begitu alasan mereka. Masalahnya, apa yang mereka anggap buang waktu ternyata malah menjadi perhatian Anda.

Maklum, bagi perempuan, persoalan yang mengganjal di hati, memang sulit sekali dianggap selesai. Mulut boleh mengucap, “Oke, kita lupakan masalah ini.” Tapi dalam hati, nanti dulu! Untuk soal mengungkit-ungkit persoalan, mereka menganggap Anda hebat. Enggak ada matinya. Anda selalu menemukan celah untuk mengangkat persoalan itu ke permukaan.

Dalam melihat persoalan, pria dan perempuan memang berbeda. Laki-laki menginginkan persoalan cepat diselesaikan, setelah itu mereka akan melupakan. Sebaliknya pada perempuan, cenderung ingin membahas persoalan tersebut sampai tuntas, setidaknya sampai ia merasa puas dengan jawabannya. Biasanya persoalan apa saja yang mereka anggap sudah kelar, dan ternyata masih jadi unfinished business di mata Anda.

- Perselingkuhan
Anda tak akan pernah bisa melupakan persoalan itu. Minta maaf dan mengaku berdosa saja tak cukup untuk Anda. “Saya sudah mengaku salah dan meminta maaf padanya. Sampai pakai nangis segala. Saat itu kami berjanji untuk memperbaiki hubungan yang sempat retak itu. Saya benar-benar lega karena persoalan itu saya anggap sudah selesai. Namun, beberapa bulan kemudian, dia kembali membahas perselingkuhan itu. Itu terjadi beberapa kali, terutama saat kami bertengkar. Jadi bingung, harus dengan apa lagi ya membuat dia tidak mengungkit masalah itu lagi,” Rico, 35, Menikah, Manajer Promosi.

- Perempuan Lain
Suatu kali dia bercerita soal kekagumannya terhadap teman perempuannya. Memang dia tak membanding-bandingkan Anda dengannya, tapi tetap saja sebuah kesalahan besar jika ia memuji perempuan lain di depan Anda. Anda mengungkapkan ketidaksukaan itu, dia mengakui kekeliruannya dan meminta maaf. “Secara mulut memang dia bilang selesai. Awalnya, saya pun mengira seperti itu. Sampai suatu kali kami terlibat pertengkaran, eh dia kembali mengungkit-ungkit persoalan itu. Bukannya saya waktu itu sudah minta maaf padanya? Kenapa sekarang dipersoalkan lagi?” Echa, 25, Menikah, EO.

- Telat
Biasanya dia selalu berusaha on time saat janjian. Suatu kali karena alasan tertentu, dia terlambat satu jam. Anda pasti bete. Setiba di tempat, dia berusaha memberi alasan yang masuk akal. Saat itu Anda bilang, ”Enggak apa-apa kok, lain kali jangan begitu lagi ya.” Dasar lidah tak bertulang, begitu terulang lagi, Anda membuka masalah itu lagi. “Sekarang kalau saya telat, dia akan menyerocos mengatakan saya selalu terlambat seperti waktu itu. Yang nyebelin, dia tak bosan mendengung-dengungkan lagi kebeteannya menunggu satu jam di tempat yang tak dikenalnya.” Sulis, 30, Lajang, Penulis Naskah.

- Keuangan
“Uang sering jadi masalah dalam rumahtangga. Jujur saja gaji saya lebih kecil dari istri. Seharusnya dia mengerti masalah ini, karena sebelum menikah, kami sudah membahasnya panjang lebar. Saya kira dia cukup mengerti dengan kondisi ini. Setelah menikah, dia masih

0 comments:

Post a Comment

Safank Fank

Video Gallery